menua bersama bunga :’)

Lamanya waktu pacaran bukanlah jaminan bahwa seseorang yang menjadi pacar kita akan menjadi jodoh yang ditakdirkan Tuhan untuk kita. Jodoh gak bisa diukur dari seberapa lama kita mengenal dan dekat dengan seseorang.

“Lucu ya, mbak. Sekarang kita ngomongnya udah jodoh-jodohan. Kalau dulu jaman SMA kan masih ngomongin pacaran, ngelihat seseorang dari tampang sama cekelan. Lha sekarang kita udah ngomongin tentang jodoh buat masa depan. Ancen wes gede kok.”

“Iya. Tapi wajar aja seh, emang udah waktunya. Kata orang, dewasa itu gak dilihat dari usia. Tapi menurutku, semakin bertambah usia kita, sadar atau enggak pola pikir kita juga berubah semakin dewasa. Usia anak kuliahan emang usia-usia kita mulai berpikir tentang masa depan, tentang hal-hal kayak gitu. Apalagi 3-4 tahun lagi, pas menjelang kelulusan tapi belum punya calon. Beuuuhh… masa-masa krusial banget itu.”

“Iya. Masalahnya kita dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan desa. Usia 23-an udah mulai memikirkan pernikahan. Kalau kita lahir dan besar di kota, apalagi kita jadi wanita karir, usia 28-an pun terasa biasa-biasa meski belum kepikiran menikah. Lha nek nang ndeso, sido dikiro perawan tuek gak payu rabi.”

“Yo kabeh ae jeh. Semua orang tua pasti gitu, apalagi orang tua dari anak perempuan.”

“Gampangane ngene wes, kamu tuh nanam bunga. Kamu nanam mulai dari bibit. Tiap hari kamu siram bibit itu, kamu pupuk, kabeh-kabeh wes sampai akhirnya bibit itu jadi bunga yang cantik. Sekarang lho apa iya bunga mekar mewangi yang kamu tanam, kamu rawat dengan sabar, kamu biarkan dipetik sama sembarang orang?”

“Nah makanya itu. Jangankan dipetik, bahkan sekalipun ada yang membeli bunga itu, kamu pasti bakal berpikir apa orang itu bisa menjaga dan merawat bungamu. Kalau enggak, kan percuma kamu nanam bunga susah-susah ternyata bungamu dibeli dan jatuh ke tangan orang yang salah. Iya kan?”

“Sama aja kayak orang tuamu. Kamu dilahirkan, dibesarkan, dirawat, disekolahkan, dijaga baik-baik lah istilahnya, masa ya mereka terima gitu aja kamu jatuh ke tangan orang yang salah? Mereka pasti bakal benar-benar memikirkan dengan baik apakah orang yang mau membeli kamu, dalam hal ini melamar kamu dengan mahar sewaktu akad nikah, adalah orang yang tepat yang bisa menjaga kamu. Kalau orang itu bukan calon yang baik untuk menjagamu, yo lapo kamu dikekno nang wong iku. Dijogo dewe ae po’o, eman-eman nek dikekno ambek wong sing gak tepak. Orang tua itu pasti gitu sama anaknya. Benar-benar menjaga sampai ada seseorang yang dipercaya mampu menjaga anaknya lebih baik dari mereka.”

Ketika kita mencintai seseorang, terlebih hubungan yang terjalin udah berjalan cukup lama, kita pasti ingin pada akhirnya berujung dengan orang itu. Terlebih kita bukanlah anak sekolahan lagi, bukan ABG labil yang pacaran demi status biar gak berlabel ‘jomblo gak laku’.

Aku sendiri juga memikirkan hal yang sama. Udah bukan saatnya lagi aku mencari seorang cowok untuk kujadikan calon pacarku, melainkan aku mencari seorang pria untuk kujadikan calon suamiku. Pria yang bersahaja, sederhana, mengayomi, perhatian dan penyayang, namun pekerja keras dan penuh tanggung jawab.

Semakin bertambah usia kita, maka kita akan semakin sensitif dan selektif dalam menentukan siapa orang yang akan kita pilih untuk menjalani masa tua bersama, menemani kita hari ini esok dan seterusnya hingga ajal memaksa kita berpisah. Semoga kita dipertemukan oleh-Nya dengan orang yang tepat. Orang yang menghabiskan masa muda bersama, menua bersama, melewati suka duka bersama kita dalam sebuah surga bernama ‘keluarga’.

About chyztha

i'm a woman who has goals, idol, and guidelines for living | my goals : ALLAH | my idol : Prophet Muhammad SAW | my guidelines : Al-Quran and Hadith

Posted on July 28, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: